Tsunami Banten Dan Lampung : Kerinduan Gunung Anak Krakatau Kepada Sang Ibu - Blog Nurdin Sikalem
Saya sebagai warga Banten turut berduka atas terjadinya musibah tsunami Banten-Lampung dan kawasan Selat Sunda, alhamdulillah, di daerah saya tidak terjadi, namun bukan berarti aman, tetaplah dalam keadaan waspada, apalagi di tempat saya begitu dekat dengan Pantai Selatan.

Tsunami yang terjadi di Banten dan Lampung tepat pada Sabtu Malam, 22 Desember 2018, Tsunami yang terjadi kabarnya di akibatkan dari letusan Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, apa sebenarnya hikmah dari musibah ini?.


Kita tahu, bumi ini memang benar-benar sudah tua bahkan sangat tua, tidak ada satupun manusia yang memiliki umur seumuran bumi, jutaan tahun bumi ini berdiri dan kemungkinan kini dia sudah tak tahan lagi dengan usianya yang sudah tua.

Dalam hal bencana alam memang semua itu rencana Allah, segala sesuatu hanya Allah sang pencipta yang tahu dan hanya dia yang bisa melakukan semua itu, sepanjang tahun 2018, Bumi ini sering di landa musibah bencana alam.

Awal tahun 2018, Banten terjadi Gempa Bumi yang mengakibatkan runtuhan para rumah warga, akhirnya, Akhir tahun 2018, Banten kembali mendapatkan musibah bencana alam dari sang pencipta.

Palu dan Donggala mengalami hal serupa, beberapa bulan lalu, Gempa Palu dan Tsunami Donggala terjadi secara bersamaan, kemudian kini Tsunami menerjang Banten dan Lampung.

Lombok pun sudah terjadi dan masih banyak lagi bencana-bencana yang melanda kawasan Nusantara, pertanda apakah ini? Apa mungkin ini pertanda bahwa Bumi memang benar sudah tak sangup lagi menahan usianya, sehingga sering terjadi bencana alam?.

Entahlah, yang jelas, semua bencana yang terjadi adalah rahasia allah dan semua itu dilakukan untuk menguji iman para penduduk muka bumi dan agar semua mahluk lebih dekat kepada sang pencipta, ini bisa di katakan peringatan dari sang pencipta bahwa dunia akan segera berakhir.

Coba kita renungkan, kembali lagi ke topik terjadinya Tsunami Banten dan Lampung akibat letusan Gunung Anak Krakatau.



Gunung Anak Krakatau merupakan Gunung berapi di kawan Banten dan Selat Sunda, Gunung ini memang sudah berkali-kali meletus selama beberapa bulan terakhir, sudah sejak jauh-jauh sebelumnya BMKG menyakatan untuk kewaspadaan para penduduk sekitar Gunung itu dan sudah sejak lama bahwa adanya peringatan Tsunami di daerah Banten, dan kini terjadi sudah.

Tsunami ini ternyata bukan hanya di Banten, namun terjadi juga di Lampung, Tsunami yang terjadi di akibatkan meletusnya Gunung Anak Krakatau
.
Kalau kita bahas, mungkin ini yang terjadi, Tanggal 22 Desember merupakan peringatan hari Ibu Se-Dunia, dan pada saat itupun Gunung Anak Krakatau, Banten meletus, mungkinkah dia sedang merindukan ibunya? Sehingga dia bersedih dan mengeluarkan air mata berupa letusan api?.

Gunung Krakatu memang sudah lama bertahun-tahun silam meletus yang ledakannya berkali-kali lipat dari ledakan Bom Atom, kemudian serpihan-serpihan Gunung Krakatau melampui seluruh penduduk Banten dan menyisakan Gunung yang kini di sebut Gungung Anak Krakatau yang baru saja Meletus Sabtu, 22 Desember 2018.

Sedih dan air mata mengalir, Ibu adalah seorang malaikat yang di anugerahkan Allah untuk kita sayangi, bahkan sebuah Gunung saja merindukan ibunya dan dia bersedih sehingga dia menangis karena rindu dengan cara meledakkan dirinya.

Kami tahu wahai Anak Krakatu, bahkan kami pun sama ketika kami kehilangan ibu, kami akan melakukan apa saja demi melampiaskan rasa rindu, tapi kami mohon, kerinduanmu kepada ibumu jangan sampai banyak korban dari manusia yang menjadi ulah letusan kerinduanmu terhadap ibumu, kami pun sedih ketika kamu sedang bersedih, dan kini kami mendapatkan ujian serta hikmah dari kesedihanmu yang benar-benar merindukan ibumu.

Dengan hal ini terjadi, kami sadar bahwa seorang Ibu adalah wanita tangguh yang rela menghidupkan anaknya meskipun air mata mengalir, dia selalu tabah dan berjuang demi sang anak.

Jika saya menjabarkan dengan hal seperti itu, mungkin memang benar dia sedang merindukan ibunya yang sudah puluhan tahun meletus, namun, semua itu terjadi karena Allah, murka Allah untuk umatnya, pada diri kita harus tertanam rasa bersyukur, lihat saja, Allah bisa saja memberikan musibah kepada satu orang, satu keluarga, satu daerah dan satu negara bahkan satu dunia yang di nyatakan Akhir Kiamat.

Doa dan air mata kami ucapkan "ya, Allah, berikanlah kami dan saudara kami yang menjadi korban bencana alam disana ketabahan, berikanlah mereka kesabaran, berikanlah mereka keikhlasan, dan biarkan kami bersujud kepadamu dalam memohon ampunanmu ya Allah".

Segala sujud kepada Allah hanya untuknya kita bersujud, dengan terjadi bencana yang lagi-lagi terjadi di muka Bumi Ini, kita sadarkanlah diri kita masing-masing agar kelak, Allah memudahkan semua ujian yang ia berikan, termasuk bencana alam yang bisa di bilang sangat dahsyat ini.




Keterangan : Catatan duka saya terjadinya Tsunami Banten dan Lampung akibat Letusan Gunung Anak Kralatau
Gambar : Dari berbagai sumber

Tsunami Banten Dan Lampung : Kerinduan Gunung Anak Krakatau Kepada Sang Ibu

Tsunami Banten Dan Lampung : Kerinduan Gunung Anak Krakatau Kepada Sang Ibu
Blog Nurdin Sikalem
Saya sebagai warga Banten turut berduka atas terjadinya musibah tsunami Banten-Lampung dan kawasan Selat Sunda, alhamdulillah, di daerah saya tidak terjadi, namun bukan berarti aman, tetaplah dalam keadaan waspada, apalagi di tempat saya begitu dekat dengan Pantai Selatan.

Tsunami yang terjadi di Banten dan Lampung tepat pada Sabtu Malam, 22 Desember 2018, Tsunami yang terjadi kabarnya di akibatkan dari letusan Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, apa sebenarnya hikmah dari musibah ini?.


Kita tahu, bumi ini memang benar-benar sudah tua bahkan sangat tua, tidak ada satupun manusia yang memiliki umur seumuran bumi, jutaan tahun bumi ini berdiri dan kemungkinan kini dia sudah tak tahan lagi dengan usianya yang sudah tua.

Dalam hal bencana alam memang semua itu rencana Allah, segala sesuatu hanya Allah sang pencipta yang tahu dan hanya dia yang bisa melakukan semua itu, sepanjang tahun 2018, Bumi ini sering di landa musibah bencana alam.

Awal tahun 2018, Banten terjadi Gempa Bumi yang mengakibatkan runtuhan para rumah warga, akhirnya, Akhir tahun 2018, Banten kembali mendapatkan musibah bencana alam dari sang pencipta.

Palu dan Donggala mengalami hal serupa, beberapa bulan lalu, Gempa Palu dan Tsunami Donggala terjadi secara bersamaan, kemudian kini Tsunami menerjang Banten dan Lampung.

Lombok pun sudah terjadi dan masih banyak lagi bencana-bencana yang melanda kawasan Nusantara, pertanda apakah ini? Apa mungkin ini pertanda bahwa Bumi memang benar sudah tak sangup lagi menahan usianya, sehingga sering terjadi bencana alam?.

Entahlah, yang jelas, semua bencana yang terjadi adalah rahasia allah dan semua itu dilakukan untuk menguji iman para penduduk muka bumi dan agar semua mahluk lebih dekat kepada sang pencipta, ini bisa di katakan peringatan dari sang pencipta bahwa dunia akan segera berakhir.

Coba kita renungkan, kembali lagi ke topik terjadinya Tsunami Banten dan Lampung akibat letusan Gunung Anak Krakatau.



Gunung Anak Krakatau merupakan Gunung berapi di kawan Banten dan Selat Sunda, Gunung ini memang sudah berkali-kali meletus selama beberapa bulan terakhir, sudah sejak jauh-jauh sebelumnya BMKG menyakatan untuk kewaspadaan para penduduk sekitar Gunung itu dan sudah sejak lama bahwa adanya peringatan Tsunami di daerah Banten, dan kini terjadi sudah.

Tsunami ini ternyata bukan hanya di Banten, namun terjadi juga di Lampung, Tsunami yang terjadi di akibatkan meletusnya Gunung Anak Krakatau
.
Kalau kita bahas, mungkin ini yang terjadi, Tanggal 22 Desember merupakan peringatan hari Ibu Se-Dunia, dan pada saat itupun Gunung Anak Krakatau, Banten meletus, mungkinkah dia sedang merindukan ibunya? Sehingga dia bersedih dan mengeluarkan air mata berupa letusan api?.

Gunung Krakatu memang sudah lama bertahun-tahun silam meletus yang ledakannya berkali-kali lipat dari ledakan Bom Atom, kemudian serpihan-serpihan Gunung Krakatau melampui seluruh penduduk Banten dan menyisakan Gunung yang kini di sebut Gungung Anak Krakatau yang baru saja Meletus Sabtu, 22 Desember 2018.

Sedih dan air mata mengalir, Ibu adalah seorang malaikat yang di anugerahkan Allah untuk kita sayangi, bahkan sebuah Gunung saja merindukan ibunya dan dia bersedih sehingga dia menangis karena rindu dengan cara meledakkan dirinya.

Kami tahu wahai Anak Krakatu, bahkan kami pun sama ketika kami kehilangan ibu, kami akan melakukan apa saja demi melampiaskan rasa rindu, tapi kami mohon, kerinduanmu kepada ibumu jangan sampai banyak korban dari manusia yang menjadi ulah letusan kerinduanmu terhadap ibumu, kami pun sedih ketika kamu sedang bersedih, dan kini kami mendapatkan ujian serta hikmah dari kesedihanmu yang benar-benar merindukan ibumu.

Dengan hal ini terjadi, kami sadar bahwa seorang Ibu adalah wanita tangguh yang rela menghidupkan anaknya meskipun air mata mengalir, dia selalu tabah dan berjuang demi sang anak.

Jika saya menjabarkan dengan hal seperti itu, mungkin memang benar dia sedang merindukan ibunya yang sudah puluhan tahun meletus, namun, semua itu terjadi karena Allah, murka Allah untuk umatnya, pada diri kita harus tertanam rasa bersyukur, lihat saja, Allah bisa saja memberikan musibah kepada satu orang, satu keluarga, satu daerah dan satu negara bahkan satu dunia yang di nyatakan Akhir Kiamat.

Doa dan air mata kami ucapkan "ya, Allah, berikanlah kami dan saudara kami yang menjadi korban bencana alam disana ketabahan, berikanlah mereka kesabaran, berikanlah mereka keikhlasan, dan biarkan kami bersujud kepadamu dalam memohon ampunanmu ya Allah".

Segala sujud kepada Allah hanya untuknya kita bersujud, dengan terjadi bencana yang lagi-lagi terjadi di muka Bumi Ini, kita sadarkanlah diri kita masing-masing agar kelak, Allah memudahkan semua ujian yang ia berikan, termasuk bencana alam yang bisa di bilang sangat dahsyat ini.




Keterangan : Catatan duka saya terjadinya Tsunami Banten dan Lampung akibat Letusan Gunung Anak Kralatau
Gambar : Dari berbagai sumber