Halaman

    Social Items

Belajar Dari Embun Pagi

Embun Pagi adalah setetes air yang bisa membuat tumbuhan hidup, sosoknya yang dingin dan berbaik hati, tidak mengenal tempat dimana ia singgah. Ketika musim hujan tiada, dia tahu bahwa, membantu yang lain adalah hal yang sungguh mulia, sehingga dia mengantikan musim hujan dengan tetesannya untuk tumbuhan.

Dingin, adalah bentuknya, begitupun dengan tujuaannya. Sesungguhnya, tuhan mencinpatakan mahluk itu sangat banyak, seperti halnya embun pagi, kita tahu dia adalah air yang tidak pernah di ketahui, kapan dia datang dan dari mana dia datang, namun tiba-tiba dia ada, ada untuk dunia.

Pagi-pagi dia hadir untuk tumbuhan, bersinggah di daun, tapi, dia tidak memilih, di daun mana dia singgah. Dinginnya embun pagi, dia pun tidak pernah mengenal apa itu memilih? Tentu saja ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita. Sungguh, kembali lagi saya katakan, segala hal mengandung banyak sekali pelajaran yang bermakna.

Tidak pernah berubah, begitupun dengan dinginnya, dia tidak pernah panas, tentu embun pagi ada di saat pagi, dan tidak mungkin namanya embun pagi adanya saat siang hari, sungguh tidak masuk akal, wkwk.

Belajar tak memilih dari embun pagi


Marilah kita ikuti embun pagi, dia tidak pernah memilih, dia senan tiasa singgah di daun mana saja, daun apa saja, di temat mana saja, dan tidak pernah memilih, daun mana yang akan ia berikan cairan untuk membuat tumbuhan itu tetap dalam keadaan berdiri.

Jika setetes air embun tidak pernah memilih, lantas, kenapa manusia, yang merupakan mahluk tuhan yang paling sempurna di ciptakannya suka memilih? Sungguh, ini hal buruk. Ketika kita memilih, malulah kepada embun, malulah kepada bentuk dinginnya.

Ayolah, belajar dari embun pagi yang tidak tahu apa itu yang namanya memilih? Ya, meskipun dia hanya mahluk ciptaan tuhan yang tidak di berikan otak untuk memikir, namun, dibalik itu, dia memiliki sifat yang sangat sempurna, tidak pernah memilih.

Bangun pagi, tanpa lelah


Hampir seluruh manusia malas ketika bangun pagi, termasuk saya, bahkan, saya bangun paling pagi pukul 7, seharusnya ini tidak terjadi, namun apalah, mungkin ini karena sifat saya yang pemalas, jadi ya, begitulah kira-kira.

Saya sendiri mempelajari embun pagi, ketika matahari segera terbit, mungkin dia sudah bangun duluan, sehingga dari situ, kita bisa belajar, kebaikan di pagi hari itu sangat sempurna. Orang tua sering bilang "Bangunlah pagi, sebelum rezeki di curi ayam".

Bukan farasit


Mungkin saja embun pagi singgah di dedaunan, namun, jangan salah, dedaunan tidak merasa di rugikan oleh embun, malah, mereka senang ketika embun singgah di sana, tentu ini saling menguntungkan, embun dan daun, keduanya sama-sama di untungkan.

Ya, ini bukan farasit, dan kita bisa belajar dari embun dan daun. Saling berbagi, adalah cara terbaik untuk melakukan kehidupan. saling berbagi, seperti embun yang senan tiasa memberikan cairan terhadap daun dan tumbuhan, begitupun dengan daun, mereka memberikan tempat untuk embun bersinggah.

Mereka saja seperti itu, kenapa manusia masih bermusuhan? Masih ada perselisihan karena merasa di rugikan? Masih sering memfitnah, hanya karena harta? Sesungguhnya, malulah terhadap kedua mahluk ciptaan yang jauh tidak sempurna dari manusia. Mereka tahu, mana yang baik, mereka tahu bahwa kebaikan adalah salah satu bentuk yang di haruskan oleh penciptanya.

Sejuk dan jernih


Soal hati, mungkin saya bertanya, apakah hati kita sudah jernih? Apakah hati kita sejuk? Contohlah embun, dia sejuk, tak pernah lepas dari kesejukannya, dia jernih, seharusnya, hati kita pun hari ini seperti itu, sejuk dan jernih, ya smeoga saja ini benar-benar terjadi.

Jangan sampai lah pokoknya, jangan sampai hati kamu keruh, jangan sampai hati kamu panas, sejukanlah dengan kebaikan, jernihkanlah dengan senyuman, tuhan akan memberikan kita kebaikan untuk esok hari.

Sudah siap untuk mendapatkan kesempatan kebaikan hari ini? Sudah siap kebaikan akan mengelilingimu esok pagi? Senyumlah, jernihkanlah hatimu sejernih embun, sejukanlah pikiranmu sesejuk embun.

Akhir kata


Terimakasih sudah menyempatkan membaca catatan saya, mungkin ini tidak berarti, tapi, ini sangat berarti bagi saya. Mudah-mudahan saja, juga berarti bagi kalian yang sudah membacanya, semangat hari ini dan jernihkan hatimu sejernih embun.

Belajarlah Dari Embun Pagi Yang Jernih Dan Sejuk

Belajar Dari Embun Pagi

Embun Pagi adalah setetes air yang bisa membuat tumbuhan hidup, sosoknya yang dingin dan berbaik hati, tidak mengenal tempat dimana ia singgah. Ketika musim hujan tiada, dia tahu bahwa, membantu yang lain adalah hal yang sungguh mulia, sehingga dia mengantikan musim hujan dengan tetesannya untuk tumbuhan.

Dingin, adalah bentuknya, begitupun dengan tujuaannya. Sesungguhnya, tuhan mencinpatakan mahluk itu sangat banyak, seperti halnya embun pagi, kita tahu dia adalah air yang tidak pernah di ketahui, kapan dia datang dan dari mana dia datang, namun tiba-tiba dia ada, ada untuk dunia.

Pagi-pagi dia hadir untuk tumbuhan, bersinggah di daun, tapi, dia tidak memilih, di daun mana dia singgah. Dinginnya embun pagi, dia pun tidak pernah mengenal apa itu memilih? Tentu saja ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita. Sungguh, kembali lagi saya katakan, segala hal mengandung banyak sekali pelajaran yang bermakna.

Tidak pernah berubah, begitupun dengan dinginnya, dia tidak pernah panas, tentu embun pagi ada di saat pagi, dan tidak mungkin namanya embun pagi adanya saat siang hari, sungguh tidak masuk akal, wkwk.

Belajar tak memilih dari embun pagi


Marilah kita ikuti embun pagi, dia tidak pernah memilih, dia senan tiasa singgah di daun mana saja, daun apa saja, di temat mana saja, dan tidak pernah memilih, daun mana yang akan ia berikan cairan untuk membuat tumbuhan itu tetap dalam keadaan berdiri.

Jika setetes air embun tidak pernah memilih, lantas, kenapa manusia, yang merupakan mahluk tuhan yang paling sempurna di ciptakannya suka memilih? Sungguh, ini hal buruk. Ketika kita memilih, malulah kepada embun, malulah kepada bentuk dinginnya.

Ayolah, belajar dari embun pagi yang tidak tahu apa itu yang namanya memilih? Ya, meskipun dia hanya mahluk ciptaan tuhan yang tidak di berikan otak untuk memikir, namun, dibalik itu, dia memiliki sifat yang sangat sempurna, tidak pernah memilih.

Bangun pagi, tanpa lelah


Hampir seluruh manusia malas ketika bangun pagi, termasuk saya, bahkan, saya bangun paling pagi pukul 7, seharusnya ini tidak terjadi, namun apalah, mungkin ini karena sifat saya yang pemalas, jadi ya, begitulah kira-kira.

Saya sendiri mempelajari embun pagi, ketika matahari segera terbit, mungkin dia sudah bangun duluan, sehingga dari situ, kita bisa belajar, kebaikan di pagi hari itu sangat sempurna. Orang tua sering bilang "Bangunlah pagi, sebelum rezeki di curi ayam".

Bukan farasit


Mungkin saja embun pagi singgah di dedaunan, namun, jangan salah, dedaunan tidak merasa di rugikan oleh embun, malah, mereka senang ketika embun singgah di sana, tentu ini saling menguntungkan, embun dan daun, keduanya sama-sama di untungkan.

Ya, ini bukan farasit, dan kita bisa belajar dari embun dan daun. Saling berbagi, adalah cara terbaik untuk melakukan kehidupan. saling berbagi, seperti embun yang senan tiasa memberikan cairan terhadap daun dan tumbuhan, begitupun dengan daun, mereka memberikan tempat untuk embun bersinggah.

Mereka saja seperti itu, kenapa manusia masih bermusuhan? Masih ada perselisihan karena merasa di rugikan? Masih sering memfitnah, hanya karena harta? Sesungguhnya, malulah terhadap kedua mahluk ciptaan yang jauh tidak sempurna dari manusia. Mereka tahu, mana yang baik, mereka tahu bahwa kebaikan adalah salah satu bentuk yang di haruskan oleh penciptanya.

Sejuk dan jernih


Soal hati, mungkin saya bertanya, apakah hati kita sudah jernih? Apakah hati kita sejuk? Contohlah embun, dia sejuk, tak pernah lepas dari kesejukannya, dia jernih, seharusnya, hati kita pun hari ini seperti itu, sejuk dan jernih, ya smeoga saja ini benar-benar terjadi.

Jangan sampai lah pokoknya, jangan sampai hati kamu keruh, jangan sampai hati kamu panas, sejukanlah dengan kebaikan, jernihkanlah dengan senyuman, tuhan akan memberikan kita kebaikan untuk esok hari.

Sudah siap untuk mendapatkan kesempatan kebaikan hari ini? Sudah siap kebaikan akan mengelilingimu esok pagi? Senyumlah, jernihkanlah hatimu sejernih embun, sejukanlah pikiranmu sesejuk embun.

Akhir kata


Terimakasih sudah menyempatkan membaca catatan saya, mungkin ini tidak berarti, tapi, ini sangat berarti bagi saya. Mudah-mudahan saja, juga berarti bagi kalian yang sudah membacanya, semangat hari ini dan jernihkan hatimu sejernih embun.

No comments

Hey Sob, silahkan berkomentar sesuai artikel dan sepenuh hati kalian yah