4 Pelajaran Yang Bisa Kita Ambil Dari Memancing - Blog Nurdin Sikalem
Pelajaran berharga mancing

Saya mau curhat nih, boleh kan ya? Jadi gini, akhir-akhir ini saya hobi banget mancing, sudah beberapa hari sejak mucim hujan kemarin bahkan setiap hari saya mancing, biasanya saya memulai dari jam 1 hingga jam 5 sore.

Berbeda dengan orang-orang yang biasanya mencing di laut, bendungan, atau tempat sewa mancing, saya suka mancing di sungai. Memang sejak dulu setelah musim hujan tiba saya tidak luput dari yang namanya mancing.

Mancing adalah hobi dan bukan pekerjaan, namun siapa sangka, dari hobi mancing kita bisa mendapatkan pelajaran yang luar biasa, bagi saya ini pelajaran sangat penting, pengen tahu pelajarannya? Baca hingga selesai catatan saya tentang hobi mancing ini ya sob.

Sebenarnya hal apapun yang ada di muka bumi ada ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil, jika kita bisa memahami dan melihat isi dari hikmah hal itu, tentu saja kita dapat mengambil hikmah darinya, seperti dari hobi memancing ini.

Mungkin tidak dengan orang lain, karena ini menurut saya pribadi lantaran saya suka mancing jadi saya mendapatkan pelajaran sangat berharga yang bisa kita ambil ini.

Karena mancing, kaki saya pada pecah, berdarah, karena saya mancingnya di sungai, jadi hampir 4 jam saya mengelilingin sungai dari hilir ke hulu, mungkin ini terdengar sangat konyol, namun inilah hobi, kaki pun pada pecah, berdarah, badan pada sakit, huh pokoknya gitu deh.

Namun kita kembali lagi ke topik bahwa dari mancing saya mendapatkan pelajaran berharga yang sangat bermanfaat, pelajaran ini telah saya ambil dan benar bahwa ini merupakan pelaran yang sangat berharga bagi diri saya pribadi.

1. Mancing mengarajkan saya apa arti perjuangan


Sungguh heran tapi benar, semua pelajaran yang saya ambil dari hobi mancing ini adalah pelajaran, kenapa harus perjuangan? Coba kita teliti seketika mancing, kita perlu yang namanya kesabaran disaat mancing, sabar untuk mendapatkan ikan.

Cobalah kita hayati, apa bedanya berjuang dari mncing untuk mendapatkan ikan? Seperti kita berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang ingin kita capai, sama saja seperti mancing, bahkan saya hingga sakit karena kecapean menelusuri sungai yang sangat panjang.

Inilah yang saya maksud pelajaran berharga dari mancing, bahwa mancing mengajarkan saya apalah arti pejuangan, seperti yang saya katakan, dengan mancing saya bisa lebih memahami bahwa berjuang itu benar-benar nyata.

2. Ketekukan adalah awal dari kemenangan


Lagi-lagi dalam perjuangan bahwa kita perlu tekun untuk mendapatkan dan menggapai apa yang kita inginkan, seperti cita-cita kita, dengan tekun kita mengejar cita-cita, insa Allah itu akan kita gapai kalau kita tekun.

Apa bedanya dengan mancing? Mancing perlu ketekunan dan kesabaran untuk mendapatkan ikan, karena meskipun banyak ikan di sungai, belum tentu kita akan mendapatkan ikan yang kita harapkan apalagi kalau mendapatkan ikan yang sangat banyak.

Kalau kita tekun mancing di sungai dan tidak terburu-buru, maka kuta akan mendapatkan ikan, kalau kita tidak sabaran, baru aja pancingan di masukin ke air, tidak ada yang makan ikannya langsung pindah, dijamin ini tidak akan membuahkan hasil.

Begitu juga dengan perjuangan kita, bahwa tekun adalah salah satu kunci yang mesti kita lakoni agar kita bisa mendapatkan semua apa yang kita harapkan, jadi benar kan, mancing itu membuahkan pelajaran yang sangat berharga.

3. Kenapa mancing? Padahal pedagang ikan juga banyak


Salah satu yang mesti kita pahami dari kisah percintaan, ingat ya, pelajaran yang satu ini mugnkin enggak perlu di pahami karena ini menyangkut ke dalam kisah percintaan. Coba kita pikirkan, ngapain kita mancing? Sedangkan di pasar bahkan ada pedagang ikan nyamperin kita, kenapa masih mancing?.

Kita alihkan ke percintaan untuk orang-orang dewasa, kenapa kamu masih merjuangin dia yang sudah kamu ketahui bahwa dia bukanlah sosok terbaik? Sedangkan di luar sana masih banyak cewek/cowok yang lebih baik dari dia?.

Coba kamu pikirkan, apa bedanya? Seperti yang saya katakan, menacing mengajarkan kita apalah arti perjuangan, begitupun dengan yang saya samakan pada kisah percintaan, kenapa masih mancing yang belum tentu bisa dapet ikan, padahal ikan tinggal beli. Kenapa masih merjuangin dia yang belum tentu mencintai kamu, sedangkan disana masih banyak yang jomblo.

Ngerti kan apa maksud saya? Kira-kira begitulah, bahwa satu hal yang meski kita jalani adalah perjuangan, harapan itu pasti akan kita gapai, sama seperti kamu memperjuangkan dia, meskipun kamu sudah tahu kalau dia sudah tak lagi berharap sama kamu, namun kamu masih berharap sama dia, dan kamu selalu berharap penuh bisa mendapatkan dia yang kamu perjuangkan.

4. Mancing mengajarkan saya tanpa alat tidak akan mendapatkan ikan


Kamu pun sudah tahu kalau mancing ikan itu banyak sekali alatnya, alat mancing saja ada tali, kail, umpan, dan itu tuh apa namanya ya, kalau di sunda dibilang jejer, entah apa bahasa Indonesianya. Pokoknya itu aja, yang kita pegang itu kan, tahu kan?.

Dan cobalah kita pahami ini, tanpa alat gak mungkin kita bisa mendapatkan ikan, benar kan? Begitupun dengan apa yang ingin kita dapatkan, contohnya saja kita ingin sukses menjadi pengusaha besar, apa mungkin kita bisa bisa menjadi pengusaha tanpa alat?.

Enggak kan? Apa alat untuk menajdi penguasah? Modal, perjuangan, doa, ikhstiar dan tawakal, itulah alat untuk sukses menjadi penguasaha besar, benar kan saya? Kalau misalnya saya gak benar, coba deh di pikirkan lagi.

Jadi jangan mengharapkan sukses tanpa alat, jangan mengharapkan sukses tanpa perjuangan, bukan cuma perjuangan saja, perjuangan itu banyak, modal pun adalah perjuangan, namun modal utama yang akan membuat kita sukses adalah usaha.

Itulah pelajaran yang saya maksud dari hobi memancing yang sekarang ini sedang saya lakoin, betapa hobinya saya mancing sehingga dari mancing saja saya belajar apalah arti berjuang. Kemudian saya samakan dengan perjuangan saya yang ingin bisa menjadi blogger terbaik ini, saya yakin itu pasti bisa seperti apa yang saya lakukan ketika mancing.

Dengan mancing saya bisa makan sama ikan tanpa perlu membeli, dengan mancing saya bisa mendpatkan lauk untuk santapan keluarga, karena ketika saya mancing itu pasti hasilnya memuskan, kemarin saya dapet dua mangkok besar, hehe, lumayan kan?.

Begitupun dengan perjuangan, insa Allah saya bisa mendapatkan lebih dari dua mangkok karena perjuangan saya untuk sukses bukan mangkok wadahnya tapi hati dan masa depan saya.

Demikian saja catatan saya kali ini, saya mau mancing lagi, hehe, semoga bermanfaat dan semoga kalian pun bisa mengambil pelajaran dari mancing ini, karena saya yakin bukan cuma yang saya tulis saja, maish banyak pelajaran berharga dari mancing ini.

4 Pelajaran Yang Bisa Kita Ambil Dari Memancing

4 Pelajaran Yang Bisa Kita Ambil Dari Memancing
Blog Nurdin Sikalem
Pelajaran berharga mancing

Saya mau curhat nih, boleh kan ya? Jadi gini, akhir-akhir ini saya hobi banget mancing, sudah beberapa hari sejak mucim hujan kemarin bahkan setiap hari saya mancing, biasanya saya memulai dari jam 1 hingga jam 5 sore.

Berbeda dengan orang-orang yang biasanya mencing di laut, bendungan, atau tempat sewa mancing, saya suka mancing di sungai. Memang sejak dulu setelah musim hujan tiba saya tidak luput dari yang namanya mancing.

Mancing adalah hobi dan bukan pekerjaan, namun siapa sangka, dari hobi mancing kita bisa mendapatkan pelajaran yang luar biasa, bagi saya ini pelajaran sangat penting, pengen tahu pelajarannya? Baca hingga selesai catatan saya tentang hobi mancing ini ya sob.

Sebenarnya hal apapun yang ada di muka bumi ada ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil, jika kita bisa memahami dan melihat isi dari hikmah hal itu, tentu saja kita dapat mengambil hikmah darinya, seperti dari hobi memancing ini.

Mungkin tidak dengan orang lain, karena ini menurut saya pribadi lantaran saya suka mancing jadi saya mendapatkan pelajaran sangat berharga yang bisa kita ambil ini.

Karena mancing, kaki saya pada pecah, berdarah, karena saya mancingnya di sungai, jadi hampir 4 jam saya mengelilingin sungai dari hilir ke hulu, mungkin ini terdengar sangat konyol, namun inilah hobi, kaki pun pada pecah, berdarah, badan pada sakit, huh pokoknya gitu deh.

Namun kita kembali lagi ke topik bahwa dari mancing saya mendapatkan pelajaran berharga yang sangat bermanfaat, pelajaran ini telah saya ambil dan benar bahwa ini merupakan pelaran yang sangat berharga bagi diri saya pribadi.

1. Mancing mengarajkan saya apa arti perjuangan


Sungguh heran tapi benar, semua pelajaran yang saya ambil dari hobi mancing ini adalah pelajaran, kenapa harus perjuangan? Coba kita teliti seketika mancing, kita perlu yang namanya kesabaran disaat mancing, sabar untuk mendapatkan ikan.

Cobalah kita hayati, apa bedanya berjuang dari mncing untuk mendapatkan ikan? Seperti kita berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang ingin kita capai, sama saja seperti mancing, bahkan saya hingga sakit karena kecapean menelusuri sungai yang sangat panjang.

Inilah yang saya maksud pelajaran berharga dari mancing, bahwa mancing mengajarkan saya apalah arti pejuangan, seperti yang saya katakan, dengan mancing saya bisa lebih memahami bahwa berjuang itu benar-benar nyata.

2. Ketekukan adalah awal dari kemenangan


Lagi-lagi dalam perjuangan bahwa kita perlu tekun untuk mendapatkan dan menggapai apa yang kita inginkan, seperti cita-cita kita, dengan tekun kita mengejar cita-cita, insa Allah itu akan kita gapai kalau kita tekun.

Apa bedanya dengan mancing? Mancing perlu ketekunan dan kesabaran untuk mendapatkan ikan, karena meskipun banyak ikan di sungai, belum tentu kita akan mendapatkan ikan yang kita harapkan apalagi kalau mendapatkan ikan yang sangat banyak.

Kalau kita tekun mancing di sungai dan tidak terburu-buru, maka kuta akan mendapatkan ikan, kalau kita tidak sabaran, baru aja pancingan di masukin ke air, tidak ada yang makan ikannya langsung pindah, dijamin ini tidak akan membuahkan hasil.

Begitu juga dengan perjuangan kita, bahwa tekun adalah salah satu kunci yang mesti kita lakoni agar kita bisa mendapatkan semua apa yang kita harapkan, jadi benar kan, mancing itu membuahkan pelajaran yang sangat berharga.

3. Kenapa mancing? Padahal pedagang ikan juga banyak


Salah satu yang mesti kita pahami dari kisah percintaan, ingat ya, pelajaran yang satu ini mugnkin enggak perlu di pahami karena ini menyangkut ke dalam kisah percintaan. Coba kita pikirkan, ngapain kita mancing? Sedangkan di pasar bahkan ada pedagang ikan nyamperin kita, kenapa masih mancing?.

Kita alihkan ke percintaan untuk orang-orang dewasa, kenapa kamu masih merjuangin dia yang sudah kamu ketahui bahwa dia bukanlah sosok terbaik? Sedangkan di luar sana masih banyak cewek/cowok yang lebih baik dari dia?.

Coba kamu pikirkan, apa bedanya? Seperti yang saya katakan, menacing mengajarkan kita apalah arti perjuangan, begitupun dengan yang saya samakan pada kisah percintaan, kenapa masih mancing yang belum tentu bisa dapet ikan, padahal ikan tinggal beli. Kenapa masih merjuangin dia yang belum tentu mencintai kamu, sedangkan disana masih banyak yang jomblo.

Ngerti kan apa maksud saya? Kira-kira begitulah, bahwa satu hal yang meski kita jalani adalah perjuangan, harapan itu pasti akan kita gapai, sama seperti kamu memperjuangkan dia, meskipun kamu sudah tahu kalau dia sudah tak lagi berharap sama kamu, namun kamu masih berharap sama dia, dan kamu selalu berharap penuh bisa mendapatkan dia yang kamu perjuangkan.

4. Mancing mengajarkan saya tanpa alat tidak akan mendapatkan ikan


Kamu pun sudah tahu kalau mancing ikan itu banyak sekali alatnya, alat mancing saja ada tali, kail, umpan, dan itu tuh apa namanya ya, kalau di sunda dibilang jejer, entah apa bahasa Indonesianya. Pokoknya itu aja, yang kita pegang itu kan, tahu kan?.

Dan cobalah kita pahami ini, tanpa alat gak mungkin kita bisa mendapatkan ikan, benar kan? Begitupun dengan apa yang ingin kita dapatkan, contohnya saja kita ingin sukses menjadi pengusaha besar, apa mungkin kita bisa bisa menjadi pengusaha tanpa alat?.

Enggak kan? Apa alat untuk menajdi penguasah? Modal, perjuangan, doa, ikhstiar dan tawakal, itulah alat untuk sukses menjadi penguasaha besar, benar kan saya? Kalau misalnya saya gak benar, coba deh di pikirkan lagi.

Jadi jangan mengharapkan sukses tanpa alat, jangan mengharapkan sukses tanpa perjuangan, bukan cuma perjuangan saja, perjuangan itu banyak, modal pun adalah perjuangan, namun modal utama yang akan membuat kita sukses adalah usaha.

Itulah pelajaran yang saya maksud dari hobi memancing yang sekarang ini sedang saya lakoin, betapa hobinya saya mancing sehingga dari mancing saja saya belajar apalah arti berjuang. Kemudian saya samakan dengan perjuangan saya yang ingin bisa menjadi blogger terbaik ini, saya yakin itu pasti bisa seperti apa yang saya lakukan ketika mancing.

Dengan mancing saya bisa makan sama ikan tanpa perlu membeli, dengan mancing saya bisa mendpatkan lauk untuk santapan keluarga, karena ketika saya mancing itu pasti hasilnya memuskan, kemarin saya dapet dua mangkok besar, hehe, lumayan kan?.

Begitupun dengan perjuangan, insa Allah saya bisa mendapatkan lebih dari dua mangkok karena perjuangan saya untuk sukses bukan mangkok wadahnya tapi hati dan masa depan saya.

Demikian saja catatan saya kali ini, saya mau mancing lagi, hehe, semoga bermanfaat dan semoga kalian pun bisa mengambil pelajaran dari mancing ini, karena saya yakin bukan cuma yang saya tulis saja, maish banyak pelajaran berharga dari mancing ini.