BLANTERVIO103

Indonesia Cerdas Memilih Pemimpin Yang Bertanggung Jawab Atas Penanganan Korupsi

Indonesia Cerdas Memilih Pemimpin Yang Bertanggung Jawab Atas Penanganan Korupsi
Feb 8, 2019
Pilihan rakyat

Apa yang ada di pikrian kamu, beberapa bulan lagi kita akan segera melakukan Pemilu Serentak 2019, dimanapun daerah kamu, apapun agama dan sukumu, bagaimanapun keadaanmu, yuk pilihlah pemimpin yang bijak dalam menumbuhkan perbedaan bangsa ini.

Ketika para pemimpin di butakan oleh Uang, disitulah mereka melakukan segala macam cara untuk mendapatkannya, gaji jutaan rupiah bagi mereka belum cukup, korupsi pun mereka lakukan, lantas, bagaimana nasib masyarakat tanah air?.

Saya hanya berharap, Indonesia memiliki banyak pemimpin yang adil, tidak melihat siapa dan darimana mereka memilih dia, meskipun dia bukan pemilih pemimpin yang sedang berdiri, bukan berarti dia tidak suka dengan pemimpin, dia juga sama, patut di berikan kesejahteraan oleh pemimpin.

Indonesia dengan tanah air tercinta, kami berharap pemimpin bisa memberikan kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tanggung jawab yang bijak untuk koruptor


Penanganan koruptor

Tidak asing lagi, Indonesia menjadi negara paling banyak koruptor di dunia, salah satu hal yang membuat saya bingung, kenapa mereka masih tidak puas dengan gaji yang di berikan negeri? Entahlah, manusia memang tidak pernah mensyukuri apa yang tuhan berikan.

Contohnya, mereka yang melakukan korupsi demi kepentingan pribadi, tanpa melihat betapa susahnya orang lain, masyarakat di tanah ini masih banyak yang tidak mampu, termasuk keluarga saya sendiri.

Pemimpin yang baik dan bijak, bukan hanya mementingkan diri sendiri, pemimpin yang baik dan bijak adalah dia yang bertanggung jawab atas hal-hal buruk yang terjadi di tanah air, berlaku adil terhadap hukum, berlaku adil terhadap para koruptor.

Hukuman bagi koruptor


Hukuman untuk koruptor

Hukuman untuk seorang yang melakukan korupsi memang sudah tidak bisa diragukan lagi, ketika saya bertanya-tanya kepada warga di sekitar saya, bagaimana pemimpin berlaku adil terhadap koruptor?.

Mereka pun menjawab, hukuman bagi mereka dengan seberat-beratnya, karena apa? Mereka telah merangkus hak yang mestinya kita dapatkan, 7 dari 10 yang kita dapatkan mungkin hanya 3 saja, apa mereka masih tidak puas dengan gajinya yang sudah lebih dari UMR?.

Kami ingin memiliki pemimpin yang siap bertanggung jawab atas segala hal, bukan cuma kampanye saja yang di gede-gedein, tapi bukti dari mereka bahwa mereka adalah pemimpin yang berlaku adil dan jujur untuk mensejahterakan masyarakat tanah air.

Apa gunanya kampanye, jika koruptor masih merajalela


Kampanye 2019

Hampir setiap orang yang saya tanyakan mengucapkan kata "Kampanye aja di gedein, koruptor masih banyak berekeliaran di negeri ini" tentu saja ini rasa kekesalan mereka terhadap suatu hal yang terjadi di tanah air ini.

Tak asing lagi, sudah sejak dulu, kampanye-kampanye seperti ini masih di perluaskan, bagi-bagi hadiah untuk mereka yang hadir di dalam kampanye itu, apa gunanya hal itu, ketika rakyat masih sengsara oleh para koruptor?.

Yang di inginkan oleh rakyat bukan kampanye doang, tapi bukti, bukti tanggung jawab dari seorang pemimpin, kita sekali lagi, rakyat ingin hidup tenang tanpa adanya koruptor.

Rakyat cerdas memilih


pemilihan umum 2019

Bukan hanya bingkisan saat kampanye yang membuat kita harus memilih calon pemimpin itu, tapi keyakinan dan transaparansi mereka bahwa mereka bisa menjadi pemimpin yang baik dan adil untuk rakyat ini.

Rakyat kecil seperti kami membutuhkan pemimpin yang seperti itu, mari kita pilih calon pemimpin sesuai dengan keyakinan kita, mari kita pilih pemimpin yang berlaku adil terhadap rakyat tanah air, jangan hanya karena bingkisan yang mengharuskan rakyat memilih seorang pemimpin.

Tidak melihat pemilih setelah menjadi pemimpin


Pemimpin yang adil

Bukan hanya rakyat yang cerdas saat memberikan hak suara kepada beberapa calon pemimpin rakyat, tapi, pemimpin yang sudah terpilih pula yang tidak melihat pemilih, apakah dia memilih yang terpilih atau memilih yang tidak terpilih.

Salah satu hal yang saya takutkan dari sejak saya masih berselancar di bangku SMP, yaitu, ketika pemimpin yang terpilih melantarkan rakyat yang ketika memberikan hak suara tidak memilih dia.

Mislanya, ada 3 daerah, dia unggul dengan total suara 59.000, daerah A unggul 30.000 suara, daerah B unggul 20.000 suara, dan daerah C hanya 9000 suara. Akhirnya dia terpilih menjadi pemimpin dari ketiga daerah itu yang terkcil dari daerah C, padahal rakyatnya lebih banyak dari daerah A atau B.

Ketika di tahu, suara yang paling banyak dari daerah A dan B, sedangkan C hanya beberapa persen saja, lalu dia mengutamakan daerah A dan B saja, sedangkan daerah C dia biarkan dengan alasan banyak yang tidak suka.

Ketika daerah C mengajukan, misalnya pembangunan jalan, pengajuan itu di terima, setelah dana utuk membangun jalan ada, hanya 40 persen yang di terima oleh rakyat, sedangkan yang 60 persennya mereka ambil untuk kepentingan lain atau bahkan untuk kepentingan pribadi, alasan dia hanya memberi 40 persen karena suara di daerah itu tidak sebanyak dari daerah A dan B.

Apakah itu pemimpin yang berlaku adil? Coba saja kita pikirkan, darimana sisi adilnya? Dia adil karena mementingkan daerah yang hanya memberikan suara banyak kepadanya? Oh tidak, itu tidak benar, seharusnya tidak di beda-bedakan, kita adalah Bhineka Tunggal Ika, kita adalah bangsa Indonesia yang bersaudara.

Yang saya khawatirkan dari sejak-sejak dulu adalah hal itu, itu termasuk tidak berlaku adil terhadap rakyat, itu termasuk korupsi, karena dia telah mengambil hak rakyat yang seharusnya di terima rakyat untuk pembangunan jalan, namun dia hanya memberikannya jauh lebih sedikit ketimbang yang dia ambil.

Mudah-mudahan saja ini tidak terjadi di tanah air, semoga pemimpin Indonesia jauh lebih adil, tidak membedakan daerah yang banyak suara dan sedikit suara, karena semuanya sama, dia yang bertanggung jawab atas daerah tersebut, kalau bukan dia, siapa lagi? Rakyat hanya memilih dan mendapatkan hak serta perlakuan yang baik dari pemimpin.

Akhir kata


Semoga Indonesia jauh dari koruptor dengan pemimpin pilihan rakyat yang baik, jujur, berlaku adil, serta peduli terhadap rakyatnya. Salah satu kepeduliannya terhadap rakyat adalah membersihkan Indonesia dari para koruptor, karena, koruptor akan merugikan rakyat dan mengambil hak rakyat.

Marilah kita memilih pemimpin dengan cerdas, pilihlah pemimpin yang benar-benar bisa menjadi pimpinan yang baik untuk rakyat tanah air. Yuk ke TPS, berikan suaramu dan jangan melakukan GOLPUT Ya sob.

Mau tahu data konten kampanye presiden berdasarkan isu yang di angkat? Cari tahu di Iklan Capres
Loading...
Share This Article :
Nurdin Albantani

Bukan seorang yang jenius, hanya sekedar manusia biasa yang masih belajar menjadi yang lebih baik lagi.

TAMBAHKAN KOMENTAR

Hey Sob, silahkan berkomentar sesuai artikel dan sepenuh hati kalian yah

Emoticon
7502281396642973619