Halaman

    Social Items

Hati-hati modus penipuan terbaru

Penipuan Bukti Transfer - Jamannya online, ya memang ini membawa berkah bagi sebagian orang, seperti mereka yang melakukan kejahatan. Apa ya yang harus saya katakan, intinya gini, jaman online itu ada dampak positif dan negaitifnya.

Penipuan toko online, sering sekali terjadi, sudah sejak dulu ketika boomingnya toko online, mereka melakukan penjualan dengan memberikan harga yang tak wajar, ini jelas, sudah dipastikan nipu.

Kali ini bukan lagi dari penjual, namun dari pembeli, kalau penjual bisa nipu, kenapa pembeli tidak? Mugnkin itulah yang mereka pikirkan, entahlah, ada apa dengan mereka berdua ini, mereka nipun demi uang.

Demi uang mereka bisa melakukan segala hal, bener apa yang saya katakan lewat artikel Uang bisa mendapatkan segalanya.

Baru saja, salah satu teman blogger saya di group wa menjadi korban penipuan, tiba-tiba dia ngeshare, uang belum masuk, tapi bukti transfer sudah dia terima, lantas apa yang sebenarnya?.

Setelah anggota-anggota yang lain berkumpul mengenai pertanyaan itu, ternyata benar itu adalah penipuan. Untuk itu, saya disini menghimbau untuk lebih waspada terhadap transaksi yang kalian lakukan.

Waspada! Modus penipuan baru pembeli lewat bukti transfer


Modus Penipuan transfer
Lihat kedua gambar di atas, sama kan? Tapi namanya beda, keduanya itu palsu. Gambar yang kanan dari temen saya

Ketika kamu menjual sesuatu, kemudian pembeli melakukan transaksi, saat itu juga dia memberikan kamu foto bukti transfer, biasanya ini terjadi dari Bank BNI. Mereka pinter, ngedit foto itu pinter, mereka pinter menipu dan pinter segalanya.

Ini alasannya kenapa saya gak mau jadi orang pintar, karena kepintaran, mereka bisa melakukan kejahatan, seperti menipu, korupsi, maling dan lainnya. Mereka bisa melakukan hal itu tanpa orang lain ketahui, yakan namanya juga pinter.

Sekali lagi saya ingatkan agar lebih waspada dan berhati-hati saat kalian melakukan transaksi, jangan langsugn percaya, pastikan terlebih dahulu bahwa mereka tidak nipu, jangan terburu-buru mengirimkan barang, cek dulu rekeningnya, seperti mutasi terakhir, SMS banking, ataupun cek ke ATM.



Tips agar tidak tertipu


Ketika kamu melakukan transaksi, jangan sampai hal seperti yang di rasakan teman saya terjadi, bermaksud untuk mendapatkan sepeser rupiah dengan cara berjualan, namun kamu malah tetipu, berikut tips agar kamu tidak tertipu.

1. Mutasi rekening


Ketika pelanggan kamu sudah memberikan bukti transfer, jangan langsung tergesa-gesa untuk mengirimkan barang, lihat terlebih dahulu mutasi rekening terkahir, apakah sudah masuk dari nama pengirim serta jumlahnya itu?.

Jika belum masuk, silahkan tanyakan lagi kepada pembeli kamu, apakah benar sudah melakukan pembayaran? Jika dia membenarkan, jangan langsung percaya, jika mutasi tidak ada berarti dia itu nipu.

Ini kenapa? Mutasi rekening lebih kuat daripada bukti transfer, jadi, setelah dia mengirimkan foto bukti transfer, kamu langsung cek mutasinya, jangan langsung mengkonfirmasi bahwa itu benar-benar sudah dia transfer. Cek lagi foto diatas.

2. Aktifkan SMS Banking


Selain itu, SMS banking juga sangat penting, ketika transaksi terjadi di rekening kamu, otomatis, sms akan masuk. Jadi, kalau ada SMS masuk dari nama pengirim yang sama, serta jumlah yang sama seperti pada bukti trasnfer itu, berarti dia bukan nipu.

Namun, jika SMS belum masuk, coba cek lagi poin 1, mutasi rekening, itu benar-benar akurat dan benar-benar kuat. Biasanya notifikasi SMS jarang connect.

3. Cek foto


Silahkan cek foto pada kedua gambar diatas, jika foto yang di kirimkan pelanggan kamu sama, namun namanya beda, maka itu benar-benar penipuan.

Setelah saya menelusurinya, ternyata benar, fotonya sama, muali dari tangannya, tempatnya serta nama bank dan nama tempat atmnya. Hanya saja nama pengirim dan penerimanya yang berbeda.

4. Gunakan jasa rekber


Rekber adalah rekening bersama, ini sama-sama saling menguntungkan. Cara kerja rekening bersama adalah, minta bantuan orang terpercaya, suruh pembeli melakukan rekber, ketika uang masuk ke rekening temen kamu, silahkan kirim barang.

Namun, jika uang tidak masuk, bukti transfer dikirimkan, jangan pecaya, lagi-lagi cek mutasi rekening agar lebih akurat.

Nah, itulah tipsnya, jadi berhati-hatilah dan waspada ketika kamu melakukan penjualan, di jaman sekarang, modus-modus penipuan kerap terjadi, baik itu di dunia maya maupun di dunia nyata.

Artikel parenting lainnya

Hati-hati Modus Penipuan Bukti Transfer

Hati-hati modus penipuan terbaru

Penipuan Bukti Transfer - Jamannya online, ya memang ini membawa berkah bagi sebagian orang, seperti mereka yang melakukan kejahatan. Apa ya yang harus saya katakan, intinya gini, jaman online itu ada dampak positif dan negaitifnya.

Penipuan toko online, sering sekali terjadi, sudah sejak dulu ketika boomingnya toko online, mereka melakukan penjualan dengan memberikan harga yang tak wajar, ini jelas, sudah dipastikan nipu.

Kali ini bukan lagi dari penjual, namun dari pembeli, kalau penjual bisa nipu, kenapa pembeli tidak? Mugnkin itulah yang mereka pikirkan, entahlah, ada apa dengan mereka berdua ini, mereka nipun demi uang.

Demi uang mereka bisa melakukan segala hal, bener apa yang saya katakan lewat artikel Uang bisa mendapatkan segalanya.

Baru saja, salah satu teman blogger saya di group wa menjadi korban penipuan, tiba-tiba dia ngeshare, uang belum masuk, tapi bukti transfer sudah dia terima, lantas apa yang sebenarnya?.

Setelah anggota-anggota yang lain berkumpul mengenai pertanyaan itu, ternyata benar itu adalah penipuan. Untuk itu, saya disini menghimbau untuk lebih waspada terhadap transaksi yang kalian lakukan.

Waspada! Modus penipuan baru pembeli lewat bukti transfer


Modus Penipuan transfer
Lihat kedua gambar di atas, sama kan? Tapi namanya beda, keduanya itu palsu. Gambar yang kanan dari temen saya

Ketika kamu menjual sesuatu, kemudian pembeli melakukan transaksi, saat itu juga dia memberikan kamu foto bukti transfer, biasanya ini terjadi dari Bank BNI. Mereka pinter, ngedit foto itu pinter, mereka pinter menipu dan pinter segalanya.

Ini alasannya kenapa saya gak mau jadi orang pintar, karena kepintaran, mereka bisa melakukan kejahatan, seperti menipu, korupsi, maling dan lainnya. Mereka bisa melakukan hal itu tanpa orang lain ketahui, yakan namanya juga pinter.

Sekali lagi saya ingatkan agar lebih waspada dan berhati-hati saat kalian melakukan transaksi, jangan langsugn percaya, pastikan terlebih dahulu bahwa mereka tidak nipu, jangan terburu-buru mengirimkan barang, cek dulu rekeningnya, seperti mutasi terakhir, SMS banking, ataupun cek ke ATM.



Tips agar tidak tertipu


Ketika kamu melakukan transaksi, jangan sampai hal seperti yang di rasakan teman saya terjadi, bermaksud untuk mendapatkan sepeser rupiah dengan cara berjualan, namun kamu malah tetipu, berikut tips agar kamu tidak tertipu.

1. Mutasi rekening


Ketika pelanggan kamu sudah memberikan bukti transfer, jangan langsung tergesa-gesa untuk mengirimkan barang, lihat terlebih dahulu mutasi rekening terkahir, apakah sudah masuk dari nama pengirim serta jumlahnya itu?.

Jika belum masuk, silahkan tanyakan lagi kepada pembeli kamu, apakah benar sudah melakukan pembayaran? Jika dia membenarkan, jangan langsung percaya, jika mutasi tidak ada berarti dia itu nipu.

Ini kenapa? Mutasi rekening lebih kuat daripada bukti transfer, jadi, setelah dia mengirimkan foto bukti transfer, kamu langsung cek mutasinya, jangan langsung mengkonfirmasi bahwa itu benar-benar sudah dia transfer. Cek lagi foto diatas.

2. Aktifkan SMS Banking


Selain itu, SMS banking juga sangat penting, ketika transaksi terjadi di rekening kamu, otomatis, sms akan masuk. Jadi, kalau ada SMS masuk dari nama pengirim yang sama, serta jumlah yang sama seperti pada bukti trasnfer itu, berarti dia bukan nipu.

Namun, jika SMS belum masuk, coba cek lagi poin 1, mutasi rekening, itu benar-benar akurat dan benar-benar kuat. Biasanya notifikasi SMS jarang connect.

3. Cek foto


Silahkan cek foto pada kedua gambar diatas, jika foto yang di kirimkan pelanggan kamu sama, namun namanya beda, maka itu benar-benar penipuan.

Setelah saya menelusurinya, ternyata benar, fotonya sama, muali dari tangannya, tempatnya serta nama bank dan nama tempat atmnya. Hanya saja nama pengirim dan penerimanya yang berbeda.

4. Gunakan jasa rekber


Rekber adalah rekening bersama, ini sama-sama saling menguntungkan. Cara kerja rekening bersama adalah, minta bantuan orang terpercaya, suruh pembeli melakukan rekber, ketika uang masuk ke rekening temen kamu, silahkan kirim barang.

Namun, jika uang tidak masuk, bukti transfer dikirimkan, jangan pecaya, lagi-lagi cek mutasi rekening agar lebih akurat.

Nah, itulah tipsnya, jadi berhati-hatilah dan waspada ketika kamu melakukan penjualan, di jaman sekarang, modus-modus penipuan kerap terjadi, baik itu di dunia maya maupun di dunia nyata.

Artikel parenting lainnya

No comments

Hey Sob, silahkan berkomentar sesuai artikel dan sepenuh hati kalian yah