Pengertian Majas Lengkap Dengan Macam, Jenis, dan Contohnya - Blog Nurdin Sikalem
Majas

Mungkin kamu bertanya-tanya mengenai pengertian majas, apa yang dimaksud dengan majas? Dan bagaimana contoh serta jenis-jenis majas yang ada? Saya akan menjawab pertanyaan tersebut sekaligus.


Jika kamu pernah mendengar kata majas, mungkin kamu merasa heran, apa sih sebenarnya majas? Sedangkan istilah ini sangat umum dibicarakan, terutama dalam pendidikan. Jika kamu pernah bersekolah, pasti pernah di ajarkan apa itu majas.

Namun, walaupun ada pelajarannya, terkadang kita di berikan tugas oleh guru untuk mencari tahu sesuatu yang seharusnya di berikan penjelasannya terlebih dahulu, seperti pengertian majas yang pernah saya alami dulu ketika masih duduk di bangku sekolah.

Baca Juga : Pengertian Fakta dan Opini

Pengertian Majas


Pengertian Majas

Menurut informasi yang telah saya kumpulkan, pengertian majas adalah gaya bahasa yang memiliki persamaan, perbandingan serta kata kias di dalamnya. Hal itu ditujukan untuk menguatkan kesan dalam kalimat tertulis atau pun kalimat lisan.

Lebih singkatnya, majas merupakan gaya bahasa bagi seorang penulis untuk menyampaikan pesan secara imajinatif dan kias. Kemudian, menurut sumber lain, majas sendiri memiliki arti atau pengertian yang berbeda yang dihasilkan oleh beberapa ahli.

Jadi itulah pengertian majas yang menurut kamu, apakah sudah paham? Jika kamu sudah paham mengenai majas ini, maka kita lanjutkan artikel ini ke pembahasan berikutnya, yaitu jenis-jenis atau macam-macam majas.


Macam-macam dan Jenis Majas


Macam-macam majas

Sesuai pengertian majas di atas yang merupakan gaya bahasa penulis untuk menimbulkan pesan yang imajinatif, majas sendiri dibagi menjadi 4 macam, dimana jenis-jenis tersebut ada beberapa uraiannya, berikut adalah jenis dan macam majas.

1. Majas Perbandingan


Majas perbandingan

Pengertian majas perbandingan merupakan majas yang di timbulkan untuk membandingkan satu objek dengan objek lain dengan proses penyamaan, pelebihan dan pergantian. Majas perbandingan juga dibagi menjadi beberapa bagian, berikut adalah pembagian majas perbandingan.

  • Personifikasi adalah gaya bahasa yang mengganti fungsi benda mati yang dapat bersikap layaknya manusia. Contoh "Daun pisang itu bergoyang seakan memberikan salam kepadaku".
  • Metafora merupakan objek yang sifatnya sama seperti yang ingin di sampaikan, atau mewakili maksud lain berdasarkan perbandingan atau persamaan. Contoh "Dulu dia memang di anggap sampah di depanmu, tapi sekarang dia kamu kejar".
  • Asosiasi adalah majas atau gaya bahasa yang membandingkan suatu objek berbeda. Akan tetapi bisa disamakan dengan penambahan kata bagaikan, seperti/bak. Contoh "Ibu dan anak itu seperti pinang di belah dua".
  • Hiperbola adalah gaya bahasa yang mengungkapkan kesan berlebihan dan bahkan hampir tidak masuk akal. Contoh "Keinginan pria itu setinggi gunung untuk menikahi gadis itu"
  • Eufemisme merupakan pergantian kata-kata yang kurang baik menjadi kata-kata yang lebih halus. Contoh "Kebelet, buang air besar" berak diganti jadi buang air besar.
  • Metonimia menyandingkan istilah untuk merujuk terhadap benda umum. Contoh "Kamu haus? Ni Minum Aqua" Aqua merupakan merk air mineral dan bisa dijadikan sebagai air.
  • Smile menyandingkan aktivitas dengan suatu ungkapan, sama seperti asosiasi menambahkan istilah seperti/bak, atau bagaikan, hanya beda objek saja. Contoh "Dia hampir menangis seperti anak ayam kehilangan induknya"
  • Alegro menyandingkan objek dengan kata kias. Contoh "Mencari cinta sejati seperti mencari jarum dalam jerami.
  • Sinekdok adalah salah satu majas yang terbagi dua, yaitu sinekdok pars pro toto merupakan gaya bahasa yang menyebutkan sebagian unsur benda untuk menyebutkan seluruhnya. Contoh "Batang hidung dia belum juga keliatan hingga sekarang". Sinekdok kedua yaitu sinekdok totem pro parte, adalah kebalikan dari sinekdok pars pro to. Contoh "Lebak mewakili Banten dalam turnamen voli se-Indonesia".
  • Simbolik membandingkan manusia dengan mahluk hidup yang lain. "Gadis itu cerdik bagaikan merpati".

2. Majas Pertentangan


Majas pertentangan

Pengertian majas pertentangan adalah gaya bahasa yang menggunakan kata kias dengan maksud berlawanan dengan kebenarannya. Majas pertentangan juga terbagi menjadi beberapa bagian, namun tidak banyak seperti majas perbandingan.

  • Litotes merupakan gaya bahasa untuk merendahkan diri, sedangkan yang sebenarnya adalah kebalikan dari rendah diri. Contoh "Ini adalah gubuk saya" dimana gubuk adalah rumah.
  • Paradoks membandingkan situasi yang sebenarnya dengan kebalikannya. Contoh "Ditengah meriahnya pesat ulang tahun mu, aku merasa sepi".
  • Antitesis memadukan pasang kata yang artinya bertentangan. Contoh "Tak perduli kaya-miskin sama saja di mata Allah".
  • Kontradiksi interminus menyangkal kata yang telah disebutkan sebelumnya, umumnya diikuti dengan konjugasi, seperti hanya saja atau kecuali. Contoh "Dia memang cantik, hanya saja dia bukan milikku".

3. Majas Sindiran


Majas sindiran

Dimana pengertian dari majas ini adalah gaya bahasa dengan menggunakan kata-kata kiasan yang tujuannya untuk menyindir seseorang, perilaku maupun suatu kondisi. Majas sindiran terbagi menjadi beberapa bagian.

  • Ironi adalah gaya bahasa dengan pemakaian kata kiasan yang artinya berlawanan dengan fakta sebenarnya. Contoh "Kamarmu sangat rapi, sampai-sampai aku sulit duduk".
  • Sinisme gaya bahasa yang digunakan seseorang memberikan sindiran secara langsung kepada orang lain. Contoh "Bajumu sangat kotor, disuruh ganti tidak mau".
  • Sarkasme gaya bahasa yang menyindir orang lain dengan kata-kata kasar. Contoh "Begitu saja tidak becus, bagaimana mau jadi pemimpin? Kalau kaya gini hanya jadi sampah masyarakat".

4. Majas Penegasan


Majas penegasan

Majas yang terakhir adalah majas penegasan, dimana pengertian majas penegasan adalah gaya bahasa yang diungkapkan secara tegas agar pembaca/pendengar lebih memahami atas apa yang di ungkapkan-nya. Berikut adalah pembagian majas penegasan.

  • Pleonasme gaya bahasa yang makna nya sama dan tidak efektif, akan tetapi sengaja di ungkapkan untuk menegaskan sesuatu. Contoh "Yaudah, turun kebawah ambil makanan itu sebelum habis sama dia".
  • Repetisi mengulang kata-kata di dalam suatu kalimat. Contoh "Kamu pergi, kamu tinggalkan aku, kamu biarkan aku sendiri".
  • Retorik adalah gaya bahasa dengan kalimat tanya, namun tidak perlu di jawab. Contoh "Tahun baru tanggal berapa?"
  • Klimaks mengungkapkan suatu hal berurutan dari rendah menjadi lebih tinggi. Contoh "Bayi, anak-anak, remaja, orang tua terkena penyakit aneh akibat adanya kabut".
  • Antiklimaks adalah gaya bahasa yang kebalikan dari klimaks, yaitu dari tinggi menjadi rendah. Contoh "Baik di kota, desa, atau dusun sebaiknya wajib melaksanakan pemilu yang akan dilaksanakan bulan depan".
  • Pararelisme mengulangi kata untuk menegaskan makna kata tersebut dalam beberapa definisi berbeda. Contoh "Kasih sangat sabar, kasih pasti lemah lembut, kasih pasti memaafkan".
  • Tautologi pengulangan kata bersinonim untuk menegaskan suatu kondisi atau ujaran. Contoh "Kenangan masa lalu kita sangat bahagia, tapi sekarang entah kamu ada dimana".

Baca Juga : Pengertian Devisa

Akhir Kata


Itulah pengertian majas lengkap dengan jenis-jenis beserta contohnya, dimana ada 4 jenis majas dan ke 4 majas itu dibagi lagi menjadi beberapa bagian. Mudah-mudahan kamu memahami mengenai majas yang sudah jelaskan di atas.

Pengertian Majas Lengkap Dengan Macam, Jenis, dan Contohnya

Pengertian Majas Lengkap Dengan Macam, Jenis, dan Contohnya
Blog Nurdin Sikalem
Majas

Mungkin kamu bertanya-tanya mengenai pengertian majas, apa yang dimaksud dengan majas? Dan bagaimana contoh serta jenis-jenis majas yang ada? Saya akan menjawab pertanyaan tersebut sekaligus.


Jika kamu pernah mendengar kata majas, mungkin kamu merasa heran, apa sih sebenarnya majas? Sedangkan istilah ini sangat umum dibicarakan, terutama dalam pendidikan. Jika kamu pernah bersekolah, pasti pernah di ajarkan apa itu majas.

Namun, walaupun ada pelajarannya, terkadang kita di berikan tugas oleh guru untuk mencari tahu sesuatu yang seharusnya di berikan penjelasannya terlebih dahulu, seperti pengertian majas yang pernah saya alami dulu ketika masih duduk di bangku sekolah.

Baca Juga : Pengertian Fakta dan Opini

Pengertian Majas


Pengertian Majas

Menurut informasi yang telah saya kumpulkan, pengertian majas adalah gaya bahasa yang memiliki persamaan, perbandingan serta kata kias di dalamnya. Hal itu ditujukan untuk menguatkan kesan dalam kalimat tertulis atau pun kalimat lisan.

Lebih singkatnya, majas merupakan gaya bahasa bagi seorang penulis untuk menyampaikan pesan secara imajinatif dan kias. Kemudian, menurut sumber lain, majas sendiri memiliki arti atau pengertian yang berbeda yang dihasilkan oleh beberapa ahli.

Jadi itulah pengertian majas yang menurut kamu, apakah sudah paham? Jika kamu sudah paham mengenai majas ini, maka kita lanjutkan artikel ini ke pembahasan berikutnya, yaitu jenis-jenis atau macam-macam majas.


Macam-macam dan Jenis Majas


Macam-macam majas

Sesuai pengertian majas di atas yang merupakan gaya bahasa penulis untuk menimbulkan pesan yang imajinatif, majas sendiri dibagi menjadi 4 macam, dimana jenis-jenis tersebut ada beberapa uraiannya, berikut adalah jenis dan macam majas.

1. Majas Perbandingan


Majas perbandingan

Pengertian majas perbandingan merupakan majas yang di timbulkan untuk membandingkan satu objek dengan objek lain dengan proses penyamaan, pelebihan dan pergantian. Majas perbandingan juga dibagi menjadi beberapa bagian, berikut adalah pembagian majas perbandingan.

  • Personifikasi adalah gaya bahasa yang mengganti fungsi benda mati yang dapat bersikap layaknya manusia. Contoh "Daun pisang itu bergoyang seakan memberikan salam kepadaku".
  • Metafora merupakan objek yang sifatnya sama seperti yang ingin di sampaikan, atau mewakili maksud lain berdasarkan perbandingan atau persamaan. Contoh "Dulu dia memang di anggap sampah di depanmu, tapi sekarang dia kamu kejar".
  • Asosiasi adalah majas atau gaya bahasa yang membandingkan suatu objek berbeda. Akan tetapi bisa disamakan dengan penambahan kata bagaikan, seperti/bak. Contoh "Ibu dan anak itu seperti pinang di belah dua".
  • Hiperbola adalah gaya bahasa yang mengungkapkan kesan berlebihan dan bahkan hampir tidak masuk akal. Contoh "Keinginan pria itu setinggi gunung untuk menikahi gadis itu"
  • Eufemisme merupakan pergantian kata-kata yang kurang baik menjadi kata-kata yang lebih halus. Contoh "Kebelet, buang air besar" berak diganti jadi buang air besar.
  • Metonimia menyandingkan istilah untuk merujuk terhadap benda umum. Contoh "Kamu haus? Ni Minum Aqua" Aqua merupakan merk air mineral dan bisa dijadikan sebagai air.
  • Smile menyandingkan aktivitas dengan suatu ungkapan, sama seperti asosiasi menambahkan istilah seperti/bak, atau bagaikan, hanya beda objek saja. Contoh "Dia hampir menangis seperti anak ayam kehilangan induknya"
  • Alegro menyandingkan objek dengan kata kias. Contoh "Mencari cinta sejati seperti mencari jarum dalam jerami.
  • Sinekdok adalah salah satu majas yang terbagi dua, yaitu sinekdok pars pro toto merupakan gaya bahasa yang menyebutkan sebagian unsur benda untuk menyebutkan seluruhnya. Contoh "Batang hidung dia belum juga keliatan hingga sekarang". Sinekdok kedua yaitu sinekdok totem pro parte, adalah kebalikan dari sinekdok pars pro to. Contoh "Lebak mewakili Banten dalam turnamen voli se-Indonesia".
  • Simbolik membandingkan manusia dengan mahluk hidup yang lain. "Gadis itu cerdik bagaikan merpati".

2. Majas Pertentangan


Majas pertentangan

Pengertian majas pertentangan adalah gaya bahasa yang menggunakan kata kias dengan maksud berlawanan dengan kebenarannya. Majas pertentangan juga terbagi menjadi beberapa bagian, namun tidak banyak seperti majas perbandingan.

  • Litotes merupakan gaya bahasa untuk merendahkan diri, sedangkan yang sebenarnya adalah kebalikan dari rendah diri. Contoh "Ini adalah gubuk saya" dimana gubuk adalah rumah.
  • Paradoks membandingkan situasi yang sebenarnya dengan kebalikannya. Contoh "Ditengah meriahnya pesat ulang tahun mu, aku merasa sepi".
  • Antitesis memadukan pasang kata yang artinya bertentangan. Contoh "Tak perduli kaya-miskin sama saja di mata Allah".
  • Kontradiksi interminus menyangkal kata yang telah disebutkan sebelumnya, umumnya diikuti dengan konjugasi, seperti hanya saja atau kecuali. Contoh "Dia memang cantik, hanya saja dia bukan milikku".

3. Majas Sindiran


Majas sindiran

Dimana pengertian dari majas ini adalah gaya bahasa dengan menggunakan kata-kata kiasan yang tujuannya untuk menyindir seseorang, perilaku maupun suatu kondisi. Majas sindiran terbagi menjadi beberapa bagian.

  • Ironi adalah gaya bahasa dengan pemakaian kata kiasan yang artinya berlawanan dengan fakta sebenarnya. Contoh "Kamarmu sangat rapi, sampai-sampai aku sulit duduk".
  • Sinisme gaya bahasa yang digunakan seseorang memberikan sindiran secara langsung kepada orang lain. Contoh "Bajumu sangat kotor, disuruh ganti tidak mau".
  • Sarkasme gaya bahasa yang menyindir orang lain dengan kata-kata kasar. Contoh "Begitu saja tidak becus, bagaimana mau jadi pemimpin? Kalau kaya gini hanya jadi sampah masyarakat".

4. Majas Penegasan


Majas penegasan

Majas yang terakhir adalah majas penegasan, dimana pengertian majas penegasan adalah gaya bahasa yang diungkapkan secara tegas agar pembaca/pendengar lebih memahami atas apa yang di ungkapkan-nya. Berikut adalah pembagian majas penegasan.

  • Pleonasme gaya bahasa yang makna nya sama dan tidak efektif, akan tetapi sengaja di ungkapkan untuk menegaskan sesuatu. Contoh "Yaudah, turun kebawah ambil makanan itu sebelum habis sama dia".
  • Repetisi mengulang kata-kata di dalam suatu kalimat. Contoh "Kamu pergi, kamu tinggalkan aku, kamu biarkan aku sendiri".
  • Retorik adalah gaya bahasa dengan kalimat tanya, namun tidak perlu di jawab. Contoh "Tahun baru tanggal berapa?"
  • Klimaks mengungkapkan suatu hal berurutan dari rendah menjadi lebih tinggi. Contoh "Bayi, anak-anak, remaja, orang tua terkena penyakit aneh akibat adanya kabut".
  • Antiklimaks adalah gaya bahasa yang kebalikan dari klimaks, yaitu dari tinggi menjadi rendah. Contoh "Baik di kota, desa, atau dusun sebaiknya wajib melaksanakan pemilu yang akan dilaksanakan bulan depan".
  • Pararelisme mengulangi kata untuk menegaskan makna kata tersebut dalam beberapa definisi berbeda. Contoh "Kasih sangat sabar, kasih pasti lemah lembut, kasih pasti memaafkan".
  • Tautologi pengulangan kata bersinonim untuk menegaskan suatu kondisi atau ujaran. Contoh "Kenangan masa lalu kita sangat bahagia, tapi sekarang entah kamu ada dimana".

Baca Juga : Pengertian Devisa

Akhir Kata


Itulah pengertian majas lengkap dengan jenis-jenis beserta contohnya, dimana ada 4 jenis majas dan ke 4 majas itu dibagi lagi menjadi beberapa bagian. Mudah-mudahan kamu memahami mengenai majas yang sudah jelaskan di atas.
Loading...